Friday, February 8, 2013

TRICORN CENTER

Tricorn Centre

Tricorn Centre merupakan bangunan gaya brutalisme yang terkenal yang terdiri dari pusat perbelanjaan, komplek apartemen, club malam dan komplek tempat parker di Portshmouth, Hampshire UK. Dirancang oleh Owen Luder (arsitek yang terkenal pada tahun 1960an) Pada tahun 1980 bangunan ini telah dilupakan karena dipilih sebagai tiga bangunan terburuk UK. Penghancuran Tricorn dimulai pada 24 Maret 2004 dan berakhir kurang lebih 9 bulan. Dibuka pada tahun 1966 Tricorn Centre merupakan usaha untuk menghidupkan kembali Portsmouth. Pembangunan ini menghabiskan biaya 2 juta poundsterling dari dewan kota. Diharapkan bahwa premi atau angsuran toko yang akan menempati pusat. Tapi sebagai pusatnya tidak dihubungkan ke Portsmouth Town Centre. Toko ini tidak pernah pindah apartemennya, tidak pernah ditempati karena bermasalah dengan kondisi hidup yang sesak, pemanas yang rusak dan kelembaban yang parah atau berbahaya. Apartemen ini ditutup pada tahun 1979. Sebelum tahun 1980an pusat (Tricorn centre) berkembang dan terus berkembang, dan klub pada malam hari berkembang menjadi Kassino. Toko-toko secara perlahan ditinggalkan hingga akhirnya ditutup pada Maret 2002. Dewan Kota Portsmouth  merundingkan pembongkaran Tricorn Centre ini untuk beberapa tahun. Bagaimanapun desain kawasan taman parkir yang unik sangat berguna bagi kota, dapat menampung 400 parkir mobil, dihancurkan baru-baru ini. Taman parkir ini menjadi lokasi dari banyak orang usah bunuh diri, menjadi bangunan diantara bangunan umum lainnya yang masih diakses diselatan pantai. Banyak usaha untuk mendaftarkan bangunan sebagai karya arsitektur terbaik diantara arsitektur brutalisme yang digagalkan selama tahun 1990an dan diabaikan/dilupakan disamping berada di kawasan pantai Portsmouth dan oleh sebab itu basah, iklim menyebabkan bangunan hancur sehingga sukar diperbaiki. Baja structural dalam beton mulai berkarat menyebabkan pemuaian pada beton dan ada beberapa bagian lainnya, stalaktit kecil mulai tumbuh dipinggiran dinding.

Lawan dari pihak pembongkaran membantah tentang struktur modernisme/brutalisme mengatakan bahwa bangunan tersebut masih dalam masa perbaikan, masih dapat diselamatkan dengan pekerjaan dari perancang yang berbakat dan perencanaan kota jangka panjang. Bagaimanapun pemerintah dan masyarakat umum berpendapat bahwa bangunan tersebut telah rusak arah dan telah menarik perhatian seperti reputasi yang buruk yang pilihan satu-satunya yaitu mengganti bangunan tersebut. Tricorn menjadi subjek dari kekuatan dan keanekaragaman dari perasaan masyarakat yang papan pendapatnya ditempatkan disekitar bangunan tersebut untuk masyarakat menulis pendapatnya.

Thursday, February 7, 2013

MENARA BALFRON DAN KAPEL NOTRE DAME DU HAUT RONCHAMP

Menara Balfron berada di Brownfields.

Menara Balfron merupakan apartemen yang berada di kota London. Merupakan area yang memiliki karakteristik modern dengan ruang-ruang yang berfungsi sebagai kamar tidur dan blok-blok ruangan. Merupakan dua bangunan yang dihubungkan oleh 2 lorong yang pada bagian tengahnya terdapat menara yang berfungsi sebagai core yang berisi lift, CCTV dan fasilitas lainnya. Dua buah bangunan yang dipisahkan ini memberikan kesan anti sosial. Sesuatu yang tidak memiliki hubungan dan tidak bersahabat. Memiliki  balkon jendela-jendela besar, sehingga dapat memandang keindahan kota London.

Kapel Notre-Dame-Du-Haut Ronchamp

Arsitektur Kapel Notre-Dame-Du-Haut Ronchamp cukup controversial, lepas bebas dari bentuk biasa gereja dan kapel yang pernah ada, secara keseluruhan dapat interpretasikan sebagai telungkupan tapak tangan, kapal, merpati, topi Italia bahkan dapat seperti ibu dan anak. Dinding-dinding Kapel tidak ada yang lurus dan tegak seperti lazimnya bangunan pada umumnya, tetapi semuanya merupakan komposisi dari diding meliuk-liuk, berdenah kurva.  
Diantara lengkungan tersebut ada 3 yang membntuk belahan silinder, digunakan untuk kapel lebih kecil. Dindingnya menerus menjulang ke atas membentuk menara.dinding di sebelah barat melengkung seperti huruf j, ujung utara sangat tebal lebih dari 2 m, makin ke selatan semakin tinggi mencuat ke atas juga semakin berkurang tebalnya. Dinding sangat tebal ini diberi jendela besar kecil disusun bebas dalam komposisi seperti pada lukisan abstrak total karya para pelukis De Stijl dari Belanda.
Jendela-jendela dihias dengan kaca berwarna dari lukisan abstrak bertemu religius Katholik, pada waktu mendapat sinar matahari dari luar menjadi dekorasi yang sangat mengesankan. Pada selatan, terdapat semacam teras dimana dibuat sebuah altar, tempat khotbah menghadap ke halaman untuk misa terbuka. Di balik altar terbuka ini terdapat altar dan ruang utam dan nave (ruang umat). Altar dan tempat khotbah, terbuat dari beton yang menyatu dengan bangunan (built- in), demikian pula elemen ruang dalam lainnya termasuk kursi, tempat berlutut dan lain-lainnya. Atap terbuat dari beton bertulang exsposed  melengkung-lengkung berwarna gelap kontras dengan warna dindingnya yang putih. Ruang dalam terbentuk oleh atap, lubang-lubang jendela dala dinding tidak sejajar satu dengan lainnya merupakan bagian dari akustik yang sangat baik.

Wednesday, February 6, 2013

BOSTON CITY HALL DAN MENARA TRELLICK

Boston City Hall

Boston City Hall dibangun pada tahun 1963 – 1968 merupakan suatu bangunan pemerintahan, dengan kontek urban plaza. Bangunan ini didirikan di Boston, Massachusetts map. Design bangunan ini merupakan hasil dari suatu kompetisi yang dimenangkan oleh arsitek Kallman, McKinnell and Knowles Sistem konstruksi yang digunakan adalah beton pracetak. Gaya bangunan ini menggunakan gaya Brutalism yang dapat dilihat dari komposisi yang tidak beraturan dari beton yang vertical dan horizontal pada bagian depan bangunan dan pada kanopi jendela. Bangunan ini terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama digunakan sebagai ruang public. Yang dihubungkan oleh sirkulasi terbuka menggunakan material batu bata, yang dapat juga digunakan sebagai tempat upacara. Tantangan pada design ini bahwa bangunan ini harus mencirikan bangunan monumental yang dihormati.

Menara Trellick

Trellick Menara (1972) berada pada wilayah Keshington Utara,  London. Dirancang oleh Erno goldfinger. Merupakan gedung pencakar langit dengan tinggi 98 m dengan 31 lantai Memiliki 217 ruang (seperti apartemen). Bangunan ini dirancang dengan gaya brutalisme oleh Erno Goldfinger setelah mendapat izin dari Dewan Kota tahun 1960 dan selesa.i tahun 1972. Awalnya ruang tersebut ditempati  oleh orang dari golongan sosial. Kemudian dialihkan pengelolaannya oleh Dewan wilayah Kensington, sehingga terjadi perubahan sosial di dalamnya dan kepemilikan bangunan atau ruang menjadi hak pribadi Gedung ini didesain oleh Erno goldfinger berdasarkan menara Balfron yang lebih dahulu dibuat. Ide bentukan ini berdasarkan hakekat seorang saudara yang saling berhubungan dan saling menghubungkan. Desain bangunan ini membuat tindak kejahatan semakin minim.

Tuesday, February 5, 2013

ARSITEKTUR HIGHTECH

“…Modern architecture cannot be separated from modern life, it’s part of life…” Richard Roger

“…High tech has been described as the second machine aesthetic by aschitecture critic…” Charles Jenks

Suatu yang fungsional dan efisien bukan sekedar artistic ataupun simbolik, bermacam-macam bentuk elemen hi-tech yang diekspose seperti struktur dan utilitas yang transparan, serta bahan metalik sebagai estetis hi-tech architecture. Collin Davies. Pada awalnya istilah hi-tech architecture ditentang oleh para arsitek itu sendiri, karena sebagai sindiran bagi arsitek yang menggabungkan berbagai ragam teknologi kedalam satu system yang disebut sebagai ‘alternative technology’. Ini terjadi awal tahun 70an. Dapat pula berarti jamak, “ high architecture means something different from hi-tech in industry, in industry it means electronic, computer, silicon chip, robot, and the like it. In architecture it means a particular style of building.”

Suatu bangunan yang menggambarkan semangat modern dan teknologi yang ditampilkan dalam bentuk kejujuran strktur, permainan warna, penggunaan teknologi terbaru dalam struktur bangunan, serta mempunyai beberapa keunikan, sehingga ciri hi-tech ini tidak sama dengan cirri lainnya. Hi-tech itu sendiri cirinya memang sama namun dalam penerapannya ke dalam bangunan lebih tampak dipengaruhi oleh arsiteknya serta lingkungan yang ada di sekitarnya.

Karakteristik Arsitektur Hi-Tech

Inside Out Service Exposed, ciri yang sangat dominant dimana struktur dan mechanical berperan sebagai elemen eksterior dalam ornament. Menampilkan kejujuran jaringan service, utilitas untuk dibiarkan terlihat dan didesain untuk berinteraksi dengan struktur.

Colorfull, shiny, metal clad painted in bright color, penggunaan warna cerah plat (merah, hijau, biru, kuning putih) menunjukkan kedinamisan estetika.

Expresive Power of Structure

Specially steel structure, menampilkan struktur yang memberikan kesan kokoh terutama pada materi yang menggunakan baja.

Space and flexibility, ruang yang fleksibilitasnya dipersiapkan untuk area fungsional

Transparency, Layering, Movement, berpijak pada 3 kualitas kewadahan

Transparan- tembus pandang

Layer- perbagian lapisan

Movement- pergerakan

Dari karakteristik tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa arsitektur Hi-Tech memiliki cirri sebagai berikut :

     Karakteristik materialnya didominasi oleh elemen dari bahan logam/metal, dan kaca

     Ekspresi bangunan terlihat jelas

     Bangunan sangat fleksibekl, bisa mengadaptasi lingkungan

     Dapat mengadaptasi berbagai fungsi bangunan.

Dimana konteks arsitektur hi-Tech menghadirkan :

     Konsep bangunan bervisi ke masa yang akan datang (15 tahun mendatang)

     Mencerminkan era teknologi

     Bentuk tidak konvensional, cenderung inivatif

     Penekanan pada ekspresi bangunan tanpa meninggalkan fungsi bangunan

Arsitektur Hi-Tech mengandung beberapa pengertiana sebagai berikut :

Fungsi dan representative

Arsitektur Hi-Tech merupakan symbol kemajuan teknologi industri, mempunyai citra mesin sebagai symbol kemajuan sebagai pengertian fungsional. Fungsi ruang merupakan hal utama dalam Arsitektur Hi-Tech, sebagaimana halnya dalan hangar dan bengkel helicopter maupun garasi dan bengkel kendaraan rescue. Efisiensi dikaitkan pada sirkulaSi didalamnya dan menjadi penekanan utama. Struktur bangunan harus benar-benar mempunyai fungsi, bukan sekedar tempelan saja. Struktur yang diekspose tersebut menjadi estetika fungsional dalam Arsitektur Hi-Tech.

Arsitektur Hi-Tech tidak hanya mementingkan fungsional saja, tetapi juga sebagai representasi atau simbol bangunan.

Fleksibilitas Ruang

Merupakan kemempuan ruang untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan, baik secara preseptual maupun fisikal dengan atau tanpa perubahab fisik dalam bangunan, tetap, tanpa merubah bentuk luar bangunan. Penyediaan ruang-ruang service internal, tanpa ada suatu enclosure (ketertutupan) di dalamnya.

Ruang tidak hanya mempunyai fungsi yang tunggal tetapi juga mampu sebagai rung multifungsi. Ketika fungsi berganti, konfigurasi ruang harus dapat merespon dengan baik. Fleksibilitas ruang diukur dan penempatan dan pengalihan partisi. Partisi di sini dapat berarti sebagai elemen permanent, seperti dinding, atap, atau rangka struktur. Penggunaan bentuk yang tidak lengkap dan open ended (akhiran terbuka), sehingga lantai dan elemen struktur lainnya dapat ditambah atau dikurangi tanpa merusak komposisi utama.

Strategi praktis komponen pasang rakit (plug in pod)

Penggunaan komponen plug in, merupakan produk fabrikasi, kemudian dipasang dan dirakit pada bangunan seperti modul toilet, bahkan modul rangka struktur. Hal tersebut dimungkinkan karena kemajuan teknologi dan tuntutan kepraktisan dalam pembuatan bangunan. Komponen plug in pod dapat dilepas dan dipindah, diganti dengan plug in pod yang baru.

Structural Expression

Ekspresi bangunan dicapai melalui eksplorasi teknologi dan pemilihan bentuk struktur dan metrial seperti baja, pipa, kaca sebagai unsure utama bangunan dalam era struktur modern yang menunjukkan ikatan arsitektur dengan teknologi tinggi yang ada sekaligus memiliki fungsi sebagai respon terhadap lingkungan.

Penekanan prinsip Hi-Tech

Pada tahap kajian penekanan aplikasi Arsitektur Hi-Tech ini terdapat batasan-batasan terhadap kajian teori yang yang diterapkan pada proyek bengkel pesawat, yaitu berkaitan dengan fungsi dan representasi ruang. Fungsi yang berkaitan dengan efisiensi pada sirkulasi membutuhkan penggunaan struktur sesuai dengan fungsinya, yaitu jenis kegiatan penyimpana dan bengkel helicopter dan kendaraan rescue dengan alat-alat kerjanya.

Study Preseden

Exhibition Hall by Thomas Herzog Lins (Austria)

Pada eksibisi ini terciptanya ruang yang luas terbentuk karena struktur yang melengkung (steel arch structure) juga pemanfaatan pencahayaan alami dengan dua lapisan pengaman pada unsure transparan yang dihadirkan untuk menghindari efek langsungdari sinar matahari.

Western Morning News Headquarters by Nicholas Grimshaw and Partners Pymouth (England)

Pada bangunan ini karakteristik bentuknya berbentuk kapal dengan penonjolan menara dan rangka lengkung pada sisi yang transparan, juga permainan rangka lengkung yang mempertegas ekspresi struktur yang dihadirkan.

Monday, February 4, 2013

ARSITEKTUR: GEDUNG MPR/DPR INDONESIA

Siapa yang belum pernah liat gedung MPR/DPR Indonesia yang ada di Jakarta? Gedung tersebut merupakan representasi dari wakil rakyat Indonesia yang selalu memikirkan bangsa ini. Namun apakah pernah berfikir, mengapa bangunan diciptakan/didesign seperti itu?

Gedung tersebut pada awal mulanya didirikan dengan tujuan penyelenggaraan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) adalah tempat dari New Emerging Forces. Dibangun tahun 1965 tepatnya 8 Maret 1965yang dicetuskan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarna (Bung Karno).

Pada komplek gedung MPR/DPR RI ini memiliki tangga yang tertata secara simetris dari bawah keatas, ini mencitrakan bahwa birokrasi yang terbentuk pada masyarakat indonesia memiliki tahap-tahap yang teratur sesuai dengan tingkatannya. Sehingga keteraturan dari hal ini mewujudkan masyarakat yang teratur pula dan memiliki kepatuhan terhadap birokrasi yang ada. Bentukan lainnya berupa bentukan atap yang simetris terbagi dua dengan bentuk yang menyerupai sayap, menunjukkan 3 hal yang menjadi citra bangunan ini, yaitu yang pertama menunjukan naungannya terhadap masyarakat indonesia yang telah mempercayai para wakilnya yang telah di pilih sebelumnya dan mempunyai tanggung jawab besar didalamnya. Menunjukan bahwa negara Republik  Indonesia ini merupakan negara yang aman bagi siapa saja karena merupakan negara yang aman karena penduduknya dan orang yang berada didalamnya dilindungi oleh undang-undang yang berlaku didalamnya. Yang kedua menunjukkan kesan kemegahan dan keperkasaan dari bangsa Indonesia sebagai bangsa yang besar. Bentukan-bentukan atap yang membentang di kedua sisinya dan bangunan yang terlihat kokoh semakin menunjukan kebesarannya. Yang ketiga dengan bentukan  yang menyerupai sayap ini, dapat mencitrakan bahwa bangsa indonesia pada saat ini telah siap pada tahap tinggal landas karena negara Republik Indonesia merupakan negara berkembang dengan kesiapan dari segi sumber daya manusianya (SDM) dan sumber daya alamnya (SDA) yang melimpah.

Jika dilihat dari kejahuan dengan adanya kolam air mancur sebagai pengantar menuju gedung MPR/DPR RI tersebut menunjukan kesan monumental pada bangunan yang sesuai dengan simbol yang ingin ditimbulkan secara menyeluruh pada bangunan. Pembiasan (warna pelangi) yang timbul dari percikan air yang keluar dari air mancur tersebut, menunjukan bahwa betapa indahnya alam bangsa Indonesia yang terbentang dari sabang sampai dengan merauke.

Jika dilihat dari fungsi bangunan gedung MPR/DPR RI ini, maka dapat diketahui bahwa gedung MPR/DPR RI ini sebagai tempat pembahasan dan pengambilan keputusan secara mufakat yang menyangkut orang banyak di dalamnya. Semua peraturan negara yang telah ditetapkan menjadi undang-undang telah dibahas dan ditetapkan disini, dan yang paling ekstrim terjadi pada tahun 1998, yang pada saat itu demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa berhasil ”menduduki” gedung ini karena gedung MPR/DPR RI ini dipandang sebagai simbol negara indonesia dan mudah untuk disorot oleh masyarakat mancanegara.

Sunday, February 3, 2013

SISTEM AIR BERSIH

Dalam merancang sebuah bangunan tingkat tinggi tidak hanya perlu memikirkan desain, struktural, sistem konstruksi saja, tapi kita perlu memikirkan dan merancang sistem utilitas apa saja yang akan diterapkan pada bangunan tersebut. Jaringan utilitas terdiri dari beberapa jaringan, antara lain : jaringan listrik, jaringan telepon, jaringan fire protection, jaringan  air bersih, jaringan air kotor, jaringan pembuangan sampah, jaringan penangkal petir, jaringan ac dan jaringan transfortasi vertikal.

Perencanaan jaringan utilitas tergantung dari fungsi bangunan tersebut. Untuk bangunan tingkat tinggi seperti perkantoran, perhotelan, ruymah sakit, dan bangunan tingkat tinggi lainnya biasanya menggunakan seluruh jaringan utilitas yang ada. Jaringan air bersih merupakan salah satu jaringan utilitas yang sangat penting untuk direncanakan untuk bangunan tingkat tinggi karena penghuninya memerlukan pengadaan atau penyaluran air dingin, panas ataupun air es dan memiliki sistem pendistribusian yang cukup komplek karena harus mampu mendistribusikan air untuk lantai –lantai atas. Air adalah benda cair yang sangat mempengaruhi kehidupan manusia, tanpa air manusia tidak akan bisa hidup. Menurut Dwi Tangoro dalam buku “utilitas bangunan” air pada dasarnya dipandang dari kebutuhannya dapat dibagi menjadi dua yaitu air bersih dan air kotor.

Air bersih merupakan air jernih dan sehat ( tidak kotor ) yang dapat dikomsunsi dan digunakan untuk keperluan sehari-hari. Menurut Dwi Tangoro dalam buku “utilitas bangunan” (Hal : 6) Syarat-syarat fisik air  minum adalah:

a.    Jernih, bersih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak mempunyai rasa

b.    Mempunyai suhu kira-kira 10-20 derajat celcius

c.    Memenuhi syarat kesehatan

Kebutuhan Air Bersih

Menurut Dwi Tangoro dalam buku “utilitas bangunan” (Hal : 8) Kebutuhan air bersih dalam bangunan dipergunakan untuk memenuhi yang dipergunakan kepentingan penghuninya ataukeperluan-keperluan lain yang berkaitan dengaan fasilitas bangunan tersebut. Kebutuhan air yang mendasar dibagi sebagai berikut:

1.    keperluan-keperluan :

-    untuk minum, memasak/dimasak

-    untuk keperluan mandi, buang air kecil dan air besar

-    untuk mencuci : cuci pakaian, cuci tangan/badan, cuci peralatan dan cuci perlengkapan, serta

-    untuk proses, seperti industri.

2.    kebutuhan yang sifatnya sirkulasi : air panas, water cooling/AC, dan kolam renang, air mancur/taman.

3.    kebutuhan yang sifatnya tetap : air untuk hidran, dan air untuk sprinkler.

4.    kebutuhan air cadangan yang sifatnyaberkurang karena penguapan.

Kebutuhan air untuk  bangunan tergantung fungsi kegunaan bangunan dan jumlah penghuninya. Untuk mendapatkan jumlah yang besar digunakan sumur pompa dalam (deep well) dengan jumlah debit yang tinggi.

Besar kebutuhan air, khususnya untuk kebutuhan manusia, dihitung rata-rata per-orang per-hari tergantung dari jenis bangunan yang digunakan untuk kegiatan manusia tersebut.

Sistem pendistribusian air bersih antara lain :

1.    Untuk Bangunan 1 lantai

Sistem sambungan langsung dengan PDAM

Sistem penyediaan air dengan sambungan langsung dengan PDAM merupakan sistem penyediaan yang mudah, karena penyaluran air berasal dari penyambungan pipa-pipa besar dalam tanah yang sudah disediakan oleh PDAM dengan pipa-pipa kecil yang dipasang pada tempat-tempat yang ada pada bangunan.

2.  Untuk Bangunan berlantai banyak

a.    Sistem up pipe, yaitu sistem pendistribusian air bersih yang dipompa naik ke lantai atas. Adapun jenis pendistribusian dengan sistem up pipe adalah:

-Sistem distribusi tangki tekan

Sistem pengaliran air :

Air yang diperlukan dipompa dan dialirkan  ke tangki bawah (resevoir ), kemudian untuk mengalirkan air ke lantai-lantai atas pada bangunan bertingkat, air dipompa keatas dengan bantuan tangki tekan.

-Sistem distribusi tanpa reservoir bawah

Sistem ini memiliki sistem pengaliran yang sama dengan sistem distribusii tangki tekan, hanya saja pada sistem ini air yang diperlukan tidak ditampung terlebih dahulu pada tangki bawah atau (resevoir bawah).

Sistem pengaliran air :

Air yang diperlukan dipompa langsung dari sumber air   (PAM atau sumur) kemudian air  dialirkan ke tempat-tempat yang memerlukan pada bangunan, untuk lantai bawah dapat dialirkan tanpa melewati pompa sedangkan pendistribusian air untuk lantai atas menggunakan pompa.

b.    Sistem Down pipe, yaitu sistem pendistribusian air bersih dari tempat penampungan ( tangki ) air yang diletakkan pada atap bangunan, kemudian air didistribusikan turun menuju lantai-lantai bangunan melalui pipa. Adapun jenis pendistribusian dengan sistem up pipe adalah

-Sistem tangki atas, adalah sistem pendistribusian air menggunakan tangki atas sebagai penampung air yang dipompa dari sumber air untuk didistribusikan kelantai-lantai bangunan. Sistem pengaliran air :

Air yang diperlukan dipompa naik menggunakan pompa dan diteruskan pada tangki  di atas bangunan.  Kemudian dari tangki, air dialirkan ketempat-tempat yang memerlukan, dengan menggunakan sistem gravitasi/ diturunkan secara langsung.

Saturday, February 2, 2013

ARSITEK DUNIA: LOUIS I. KHAN

Salah satu arsitek terkenal dunia yang berpengaruh pada pertengahan abad ke-20, Louis I Kahn berasal dari Philadelphia, dan memulai pengalamannya sebagai guru dan praktisi yang berlanjut sampai mempengaruhi bagian komunitas arsitektur abad ke-21. Kahn lahir di Estonia, putra dari Bertha Mendelson dan Leopold Kahn dan berimigrasi ke Philadelphia tahun 1906. Seperti orang-orang seusianya, Kahn memulai belajar arsitektur pada Central High School dan satu kelas bersama Norman N. Rice dan melanjutkan pendidikan arsitekturnya di Universitas of Pennsylvania. Kahn mendapatkan B.Arch ditahun 1924, memenangkan medali perunggu di Artur Spayd Brooke Memorial Prize dengan rekannya Paul P. Cret sebagai pengkritik studionya.
    Ketika ia masih menjadi mahasiswa, Kahn telah bekerja di kantor kota sebagai ‘draftman’ musim panas bersama Hoffman-Henon Co. untuk orang yang mempekerjakannya di tahun 1921 dan Hewitt & Ash sementara ia masih bekerja. Setelah menamatkan kuliahnya Kahn bekerja di The Office of City Architect, John Molitor, sebagai seorang draftman yang berpengalaman (walaupun disitu telah mempekerjakan Rice, ia bekerja merancang bangunan Sesquicentennial building ditahun 1926. Kahn kemudian kembali dipanggil pada posisinya sebagai ‘chief designer’ pada kantor Molitor, tetapi posisi ini sebenarnya telah diisi oleh W.J.Stutpen. Ia meninggalkan kantor Molitor tak lama setelah ia menyelesaikan proyek gedung pameran dan bergabung pada Pratice of Theater Designer.
    Tahun 1928, Kahn pergi menuju eropa untuk berkeliling melihat arsitektur yang ada disana, dia belajar dari jauh dan mengasah kemampuannya sebagai seorang ‘renderer’. Dia berjalan dari utara eropa menuju Italia, mengunjungi Norman Rice di Paris tetapi tidak tertarik dengan ekspresi partikularnya Le Corbusier ketika Norman Rice mempekerjakannya.
    Kahn kembali ke Philadelphia di tahun 1929. Janda dari Esther, Nee Israeli, yang kemudian dipanggil, bersama-sama membuat rencana sebelum kedatangannya untuk membangun hubungan bermitra dengan arsitek lainnya yang telah meninggal sebelum Kahn kembali ke kotanya. Dia teringat kembali pada beberapa arsitek, Sydney C. Jelinek di Central High School, University of Pennsylvania dan Willyam H. Lee yang belum meninggal sampai tahun 1979. Kahn tidak pernah menjalin hubungan mitra dengan yang lain sampai ia kembali walaupun begitu ia pernah bekerja di Cret office sebagai desainer, turut serta juga dalam proyek Folger Shakespere Library. Sementara ia bekerja, Kahn tetap menikah tahun 1930. Cret tidak dapat mempertahankan Kahn untuk tetap bekerja padanya tetapi tetap membantunya mencari posisi yang tepat bagi Kahn sebagai desainer pada Zantzinger, Borie & Medary pada akhir tahun itu.
    Dia bekerja di kantor tersebut sampai awal 1932, ikut serta dalam proyek gedung The U.S. Department of Justice di Washington D.C. Diawal tahun 1932 Kahn dan Dominique Berninger membentuk sebuah wadah perkumpulan yang penting untuk arsitektur modern di Philladelphia, Arsitektural Research Group (ARG). Para anggota dari asosiasi bebas tersebut tertarik pada kedua perkembangan sosial masyarakat dan perincian gaya baru dari desainer-desainer eropa. Sepanjang proyek mereka belum dibangun yang direncanakan bagi rumah tinggal di presentasikan kepada Public Works Administration. Salah satu dari anggota ARG telah menjadi Solis Kopelan yang telah dibentuk oleh Kahn. Esther Kahn kemudian kembali memperhitungkan pada sejarahwan David B. Brownlee yang Kahn & Kopelan telah bangun untuk mengejar pekerjaan proyek yang komersil.
Saat ARG dibubarkan tahun 1933, kemajuan grup perumahan akan mengingatkan pada inti dari pekerjaan Kahn di tahun 1950 kemudian. Proyek-proyek ini diselesaikan oleh asosiasi dengan beberapa rekan lainnya dari arsitek Philadelphia termasuk Kenneth M. Day.
    Setelah pembubaran ARG, Kahn bekerja pada The Philadelphia City Planing Commision sebagai kepala pekerja. Dia kemudian bekerja di Federal Goverment’s Resettlement Administration, dan telah menjadi konsultan di The Philadelphia Housing Authority.
    Kahn memulai karier mengajarnya di Yale University tahun 1947. Di tahun 1950 dia dinominasikan pada American Academy di Roma dan menghabiskan 9 bulan berharganya untuk berkeliling eropa, mengumpulkan beberapa pelajaran penting tentang monumental, pencahayaan dan bentuk dari beberapa bangunan lama/bersejarah serta sitenya.
    Ketika kembali, ia menerima posisi penting pada Yale Art Galery, ia mendapat beberapa pengaruh dari Howe, orang yang telah menerima posisi sebagai Dekan di Yale Art Galery pada tahun 1950. Di tahun 1955, Kahn kembali ke University Of Pennsilvania sebagai pengajar/dosen dan juga sebagai desainer pada The Alfred Newtown Richards Medical Laboratories, dengan pendekatan pengenalan sebagai penunjuk modern dengan pernyataan yang minimalis dari pengaruh International Style berupa ruang umum dan besi berbentuk prisma dan kaca besar. Ini merupakan Aliran modern yang baru yang kemudian diterapkan di The Philadelphia School dengan Kahn sebagai pelopornya.

Friday, February 1, 2013

SALK INSTITUTE DAN NORMAN FISHER HOUSE

Salk Institute

Rancangannya yang ini mirip dengan yang ada di Philadelphia. Namun antara keduanya terdapat perbedaan yang sangat prinsip, yaitu adanya lantai - lantai mezanine pada setiap dua lantai di bawah tingkat yang digunakan untuk laboratorium. Peralatan mekanikal dan instalasi lainnya diletakkan di lantai mezanine tersebut, sehingga ruang laboratorium terbebas dari peralatan. Bangunan ini menggunakan material berupa beton expose .
Louis Kahn merancang Salk La Jolla  sebagai komposisi dan symbol yang tidak komplit dengan dua kekayaan ritmik bangunan. Definisi kekuatan poros bangunan yang dibuka pada setiap akhir dan merupakan ciri khas landscape Amerika.


Norman Fisher House

Rumah terletak pada suatu lokasi keserongan yang dengan lembut menurun dari suatu jalan pokok ke arus kecil. Terdiri dari tiga kubus, dua yang besar menghubungkan bersama-sama dan suatu  orang kecil, yang terpisah. Dadu/Kubus ini, bersama-sama dengan pohon yang ada, membentuk dua ruan di luar inter-connected: suatu pintu masuk meramahi dan suatu dapur court.Two kubus besar, menghubungkan secara diagonal, berisi dua kelompok beda aktivitas. kubus Yang pertama berisi suatu pintu masuk lobi dan guru bedroom deretan dengan kamar ganti dan kamar mandi pada  lantai pertama dan dua lbedrooms pada  lantai yang kedua . Dadu yang kedua   dihubungkan oleh suatu pembukaan besar kepada pintu masuk melobi. Two-Story-High lantai pertama berisi dapur, dan area yang hidup  yang dipisahkan oleh suatu berdiri bebas melempar perapian."

Suatu kolom dalam beton atau baja waktu itu belum merasa sebagai bagian dari jati diri bangunan. Harus berbeda dari batu. Material sekarang menggunakan arsitektur hanya untuk kekuatan atasan nya tetapi bukan untuk format penuh arti nya. Baja dan Beton harus menjadi lebih besar dibanding insinyur itu. Yang diharapkan  baja dan beton menghadapi  dan  mengetahui arsitektur yang karakteristik mereka harus selaras dengan ruang yang ingin dan menimbulkan apa yang ruang  dapat.
Arsitektur meskipun demikian aku merasakan  roh apakah itu , manakala alam tentangnya, aku tidak punya sentuhan dengan itu.

Thursday, January 31, 2013

FIRST UNITARIAN CHURCH DAN EXETER LIBRARY

First Unitarian Church - Louis I. Khan

Sketsa konsep Kahn diawali pada bagian tengah yang dipilih sebagai bagian inti gereja yang dikelilingi area untuk sirkulasi yang mencerminkan keteduhan dari kepercayaan dalam perkumpulan Unitarian. Disekelilingnya terdapat ruang-ruang kelas dari sekolah gereja, Kahn mengatakan bahwa sekolah tersebut menjadi didnding yang mengelilingi inti bangunan gereja tersebut.

Ciri rancangan Kahn yang berupa komposisi balok - balok vertikal dinding, berdenah bentuk U terlihat pada bangunan ini. Karena bangunan ini tidak bertingkat, maka komposisinya tidak menjulang ke atas, tetapi melebar ke samping. Interior gereja ini lebih ramai karena lebih banyak blok - blok yang dikombinasikan dengan bentuk vertikal huruf U. Materialnya yang menggunakan bahan beton expose semakin menonjolkan ciri khas Louis Kahn yang lebih suka memperlihatkan keaslian pada setiap rancangannya.


Exeter Library - Louis I. Khan

Elemen-elemen Philips Exeter Library dibangun dengan citra dan ketahanan bangunan yang mencerminkan monumen dari kejayaan sejarah perpustakaan di Philips Exeter Academy. Dalam citra kemegahan bangunan, tradisi klasik dari inti organisasi ruang terdapat pada ruang baca yang merupakan central hall yang dikelilingi balkon yang berupa ruang belajar kecil ruangan ini secara diagonal bersatu melalui lingkaran besar yang terbuka pada dinding interior sebagai area tengah.

Berbentuk agak berbeda dengan karyanya yang lain, sisi - sisi luar bukan merupakan komposisi blok - blok atau dinding bagian dari silindris tetapi rata seperti gedung pada umumnya. Gedung perpustakaan ini berdenah segi empat bujur sangkar berlantai empat. Sisi luarnya merupakan susunan  monoton atau merata dari bukaan jendela, dikombinasikan dengan bidang - bidang balustrade lebih kecil, berderet putih rata kontras dengan material dinding dari bahan bata expose.

Untuk menyerasikan dengan tradisi kampus, eksteriornya berupa pengulangan bata, secara luas menampilkan tempat dimana beban buku menumpu, keempat sudut yang dipotong untuk artikulasi kerumitan bentuk segiempat dari eksterior bangunan. Pencahayaan dalam ruang belajar diterangi oleh cahaya dari jendela diatas level mata pembaca dan jendela yang lebih kecil setinggi level mata yang memperlihatkan view ke kampus atau dapat ditutup untuk memperoleh privasi dan konsentrasi. Terdapat persamaan perpustakaan ini dengan Kimbell museum. Kedua bangunan tersebut dianggap sebagai dasar fakta dan kemajuan arsitektur.

Wednesday, January 30, 2013

RICHARDS MEDICAL CENTER DAN UNIVERSITY ART CENTER

Richards Medical Center - Louis I. Khan

“Beberapa elemen dari arsitektur Kahn dapat dilihat pada bangunan ini, elemen yang digunakan sebelumnya secara bebas satu sama lain: artikulasi jelas antara pelayan dan area servis, masalah pencahayaan, integrasi ruang, struktur dan elemen utilitas dan diatas semuanya, integrasi bentuk, material dan proses. Sebagai hasilnya, bangunan ini memperlihatkan perubahan yang signifikan dalam arsitektur jaman itu”.
Rancangan ini, yang merupakan hasil dari pertimbangan dari keunikan yang akan nyata dalam ruang - ruangnya dan syarat - syarat pelayanannya, mengekspresikan watak laboratorium penelitian.
Pemikiran Louis I Kahn
Bentuk adalah realisasi dari karakteristik yang yang tidak dapat dipisahkan. Bentuk tidak memiliki eksistensi dalam material, bentuk atau dimensi. Awalnya adalah saat percaya akan bentuk. Saat selesai, awalnya harus dirasakan. Sebuah desain tapi sebuah percikan tunggal suatu bentuk dari material dan memiliki bentuk serta dimensi. Simfoni bentuk tidak termasuk pada komposer. Desainnya juga komposisinya.
“Bangunan seperti manusia, arsitek memiliki kesempatan untuk menciptakan kehidupan”.

University Art Center - Louis I. Khan

Kebutuhan fungsional ganda sebuah bangunan, yaitu rumah sebagai studio arsitektural sebagai bagian dari koleksi dari University's art mengilhami  Kahn untuk menciptakan ruang tinggi yang fleksibel. Khan mengutamakan teknologi dan menyertakan empat sisi, waffle-slab yang terbentuk dari beberapa lantai kamar  dan langit langit kamar yang lain. Kecukupan ruang untuk bangunan servis termasuk proses pengaturan pengkondisian sistem udara, yang menyediakan basis fungsional untuk syarat kebersihan ruang. Ruang yang menghasilkan sirkulasi core tertutup.
Komisi membeli penemuan Khan yaitu struktur, material, dan yang paling penting kekuatan bentuk yang diciptakan. Yale Galery Art menyediakan banyak penghubung untuk awal ide dan percaya tentang arsitektur, antara kata dan kerja.

Tuesday, January 29, 2013

ERDMAN HALL DORMITORIES DAN KIMBELL MUSEUM COMMENTARY

Erdman Hall Dormitories - Louis I. Kahn

Bangunan ini terletak didaerah sub urban sebagai asrama khusus untuk para putri.Asrama ini berupa bangunan besar yang dapat menampung sekitar150 orang. Rencana struktur bangunan berupa beton bertulang yang bagian dalamnya difinishing dengan plester.,  Pada dinding di berikan atap yang dapat memberikan cahaya alami.Ruang individu untuk para pelajar dibuat per tiga meter persegi saling berhubungan satu sama lain pada bagian sisi Konstruksi memuat beton bertulang pada bagian luar dengan blok cinder dengan finising bagian luar diplester. Erdman Hall Dormitories, Bryn Mawr College di Philladelphia ( 1962 ).

Bangunan ini belum selesai ketika arsiteknya meninggal. Bentuk dan susunan unitnya cukup unik, tidak seperti gedung - gedung pada umumnya. Terdiri dari tiga unit berdenah bujur sangkar berderet diagonal dan berhubungan pada sudutnya. Bagian dalam dari masing - masing unit kosong digunakan untuk tangga dan hall atau ruang duduk. Kamar - kamar berderet pada sisi sehingga semua mempunyai pandangan ke arah luar. Struktur utama pada dinding kembali menggunakan material beton expose, demikian pula atapnya yang datar, dalam hal ini menggunakan grid system yaitu kotak - kotak yang dibentuk oleh balok disusun seperti jaringan dengan jarak dan ukuran yang sama.

Pada pusat ruang dibentuk dari empat  bagian yang menimbulkan cahaya alami yang  masuk kedalam. Dinding memuat ruangan bantuan yang secara langsung berhubungan dengan penyediaan kamar tidur. Sisi yang terdiri  tangga, balkon, dan pada jalan terusan terdapat skylight.

Pemikiran Louis I Kahn
"Alam tidak membuat sebuah seni”. Hanya manusia yang membuat seni. Sebab manusia memilih dan menemukan. Ia dapat membuat pintu yang lebih kecil dari ukuran manusia sesungguhnya. dan langit dapat menjadi hitam dalam sekejap jika ia menghendakinya.Ia dapat membawa secara bersama-sama antara gunung, ular dan anak." Ruang adalah sebuah karya arsitektur manakala bukti bagaimana ruang tersebut dibuat dapat dilihat dan dimengerti." Aku percaya dengan yakin bahwa kita akan menjadi lebih  disesuaikan lagi dengan kualitas yang ada di dalam ruang yang  kualitasnya yang melebihi keadaan dan fungsi."


Kimbell Museum Commentary - Louis I. Kahn

Kimbell Art Museum oleh Louis Kahn juga merupakan disiplin, koheren dan visualisasi pernyataan yang jelas, tapi estetika disini diambil lebih secara klasik yang diorentasikan dari pemikiran sang arsitek.
Bangunan ini memiliki kekerasan tapi juga kesederhanaan yang muncul dari pengulangan bentuk seperti kubah, pencahayaan yang tidak terlalu terang dan keindahan artikulasi struktur rangka beton dengan dinding papan infill dari travertine. Gaya klasiknya di tampilkan secara terus-menerus dengan pemakaian material dan detail. Interiornya bermandikan cahaya diffus alami yang masuk dan direfleksikan ke bawah lengkungan kubah. Berdasarkan bangunan ini Louis Kahn dapat dikatakan sebagai yang terbaik diantara para arsitek abad ini yang mengilustrasikan ekspresi kejujuran dan intergritas dalam koordinasi material dengan visi arsitektural secara keseluruhan.

Kimbell Art Museum Louis Kahn di Fort Worth merupakan masterpiece dalam hal ini. Suatu survey dari beberapa studi bangunan mendemonstrasikan kepedulian agar “sehat” yang hanya dapat di bandingkan dengan kesempurnaan klasik, terutama Yunani klasik. Kahn meletakkan penggunaan peralatan dan mesin pada akhir arsitektonik yang mewah dengan merancang bangunan dengan komposisi bagian yang bekerja secara harmoni dengan semuanya. Tidak ada bangunan Kahn yang tidak memberikan bukti-bukti akan kejeniusannya dalam penggunaan material. Dia telah mencapai kesempurnaan dalam bangunan dengan biaya seminimal mungkin.

Monday, January 28, 2013

NOTRE DAME DU HAUT RONCHAM

Le Corbuzier (1889 – 1965) merupakan salah satu tokoh arsitektur Modern. Banyak karya arsitektur yang dihasilkan terutama setelah perang dunia II selesai. Rancangan – rancangan yang dihasilkan oleh Le Corbuzier sedikit berbeda dengan gaya rancangan tokoh modern lainnya. Pada beberapa rancangannya, Le Corbuzier merancang dalam bentuk – bentuk skluptural yangt sensasional dan spektakuler.

Setelah perang dunia II berakhir, Le Corbuzier lebih protektif dalam menghasilkan rancangan, hal tersbut dipicu oleh banyaknya bangunan yang yang rusak dan hancur selama perang berlangsung. Banyak proyek – proyek penting yang dikerjakan terutama proyek perumahan., perkantoran, dan fasilitas – fasilitas umum. Dalam setiap rancangan Le Corbuzier selalu konsisten dengan penerapan konsep “Penggunaan Lima Butir Dalam Arsitektur Baru“. Penggunaan konsep tersebut dapat dilihat pada penggunaan atap datar, unit bangunan diangkat ke atas tanah denagn kolom, dan ukuran teras yang cukup luas. Dari segi material, Le Corbuzier senang menggunakan beton ekspos, yang menampakkan warna dan bentik beton apa adanya tanpa pengolahan lebih lanjut, sehingga menimbulkan karakter tersendiri dari bangunan

Dari tahun 1945 sampai pada akhir karirnya sebagai arsitek Le Corbuzier banyak menghasilkan karya yang memepunyai karakter tersendiri dan otentik, salah satu karya tersebut adalah  Notre Dame Du Haut Ronchamp. Notre Dame Du Haut Roncham adalah sebuah kapel atau gereja kecil yang terletak di kota Ronchamp, kurang lebih 300 KM sebelah timur kota Paris. Notre Dame terletak dalam sebuah komplek yang di dalamnya terdapat restoran dan tempat bermain anak. Komplek tersebut terletak di punggung pegunungan Des Vosges, dengan pemandangan perbukitan di sekelilingnya.

Bentuk arsitektur Notre Dame cukup kontroversial. Bentuknya sangat berbeda dengan bentuk – bentuk kapel atau gereja kecil pada lazimnya. Dilihat sepintas Notre Dame tidak terlihat seperti sebiah kapel. Bentik Otre Dame tersebut banyak menimbulkan persepsi dari orang yang melihatnya. Ada diantaranya yang menginterpretasikan dengan bentuk kapal, topi Italia, burung merpati, tangan orang yang sedang berdoa, bahkan ada yang mengatakan mirip seorang ibu dan anaknya. Bentuk Notre Dame merupakan komposisi bidang – bidang lengkung seperti kurva dan komposisi ketebalan dinding yang bervariasi sehingga secara keseluruhan bangunan terlihat seperti massa seni patung (sklupture).

Nortre Dame mempunyai bukaan dengan bentuk dan letak yang barvariasi dan susunan yang tidak teratur. Ukuran besar jendela tidak sebanding ketebalan dindingnya yang  sebagian ada mencapai 2 meter. Bukaan – bukaan tersebut dihiasi dengan kaca- kaca lukisan dan tulisan tangan dari Le Corbuzier sendiri. Hasil pencahayaan yang dihasilkan remang – remang yang terpencar dari lubang – lubang bukaan yang kecil. Pencahayaan yang dihasilkan tersebut sesuai dengan konsep pencerahan dalam ajaran Kristen.

Dengan bentuk yang tidak lazim dan unik untuk ukuran sebuah bangunan kapel atau gereja kecil,ada sebagianorang yang mengatakan bahwa Notre Dame merupakan bangunan post modern awal. Tidak mengherankan jika Note Dame merupakan prestasi Arsitektural yang tergolong paling gemilang dalam era akhir abad ke-20.

Konstruksi:

Secara keseluruhan Notre Dame menggunakan struktur bidang datar yang material utamanya dari beton bertulang

Dinding
Denah Notre Dame tersusun dari bidang-bidang lengkung menyerupai kurva dan setengah silinder. Notre Dame menggunakan struktur bidang datar sehingga dinding-dinding yang ada selain sebagai pembatas ruang juga berfungsi pemikul beban dan ukurannya lebih tebal dari dinding biasa karena berfungsi tersebut. Ini mengakibatkan bukaan menjadi terbatas.

Atap
Atap Notre Dame berbentuk miring terbuat dari bahan beton bertulang ekspose. Ketinggian atap arah utara lebih rendah disbanding atap dari arah selatan. Dengan perbedaan ketinggian tersebut maka air hujan akan mengalir ke arah utara. Atap Notre Dame tidak menggunakan talang sehingga air hujan akan jatuh langsung ke tanah terlihatr seperti air terjun.

Interior
Bagian – bagian interior bangunan seperti altar, tempat khotbah, dan kursi dibuat menyatu dengan lantai terbuat dari material beton

Menara
Notre dame memiliki tiga menara yang berbentuk setengah silinder, menara-menara tersebut merupakan peninggian dari dinding lengkung,

Sunday, January 27, 2013

SANITASI PADA BANGUNAN RUMAH

Sanitasi adalah suatu usaha untuk memberikan fasilitas di dalam rumah yang dapat menjamin agar keadaan di dalam rumah selalu bersih dan sehat. Untuk menunjang syarat ini, bangunan harus dilengkapi dengan fasilitas sanitasi, adanya penyediaan air bersih yang cukup dan pembuangan air kotor yang lancar. Air bersih harus memenuhi persyaratan sebagai air minum yang berguna untuk kebutuhan hidup manusia seperti minum, masak, cuci. Air harus jernih, bersih dari kuman penyakit dan kotoran lain, tidak mengandung zat kimia aktif, tidak berbau dan tidak ada rasa.

Air kotor adalah air bekas pakai yang sudah tidak memenuhi syarat kesehatan lagi dan harus dibuang agar tidak menimbulkan penyakit.
Perlengkapan sanitasi dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu :
1.    Alat penerima air buangan     : kamar mandi, WC, bak dapur, tempat cuci, talang air hujan
2.    Saluran pembuang        : dari pipa tanah atau pipa beton
3.    Tempat pembuangan        : riool kota, peresapan buatan

Perlengkapan sanitasi

Septic Tank
Air buangan dari WC tidak boleh langsung di buang ke tempat pembuangan, baik yang berupa riool kota atau peresapan buatan karena membawa kotoran yang dapat menimbulkan wabah penyakit. Untuk mencegah hal ini maka air buangan dari WC harus dimasukkan dulu  dalam sebuah bak penghancur kotoran yang disebut septick tank. Septic tank harus selalu ada airnya untuk proses penghancuran kotoran, karena itu bak harus dibuat rapat/kedap air. Kotoran-kotoran di dalam septic tank akan dimakan oleh bakteri-bakteri penghancur dan untuk menjaga kehidupan bakteri ini septic tank harus cukup udara yang segar. Untuk memperoleh udara segar, bak harus dihubungkan dengan udara luar dengan sebuah pipa hawa.
Air yang mengandung sabun atau bahan pencuci lain, tidak boleh masuk ke dalam bak septic tank, karena bahan deterjen dapat membunuh bakteri-bakteri penghancur.. Bak septic tank dibuat sedekat mungkin dengan WC agar kotoran tidak terhambat di saluran pembuang, tetapi harus diusahakan berjarak lebih dari 5 m dari sumur air bersih.

Bak Penangkap Lemak
Air buangan dari dapur kadang-kadang masih membawa sisa makanan yang mengandung lemak. Sisa makanan ini tidak boleh langsung dibuang ke dalam sumur peresapan karena akan dapat menutup pori-pori tanah yang mengakibatkan air buangan tidak lagi dapat meresap ke dalam tanah. Untuk mengatasi dan mencegah sisa makanan ikut terbawa sampai ke sumur peresapan, maka air buangan dapat ditampung dulu pada sebuah bak penangkap lemak. Pada bak ini semua sisa makanan akan tertinggal yang dalam waktu-waktu tertentu dapat diambil untuk dibuang keluar.

Sumur Resapan  
Sumur resapan harus diletakkan pada sudut halaman yang terpencil, agak jauh dari tempat bermain anak-anak dan ditutup dengan tanah atau rumput. Jarak sumur resapan harus lebih dari 10 m dari sumur air bersih.


Pipa Saluran Pembuangan
Air dari kamar mandi tidak boleh dibuang bersama-sama dengan air dari WC maupun dari dapur. Masing-masing harus dibuatkan pipa-pipa pembuang sendiri-sendiri. Untuk mengalirkan air buangan dari alat penerima ke tempat pembuangan dapat dipakai pipa dari tanah, pipa beton, pipa galvani, pipa pralon. Bila pipa ditanam dalam kolom sebaiknya menggunakan pipa galvani. Untuk air kotoran dipakai pipa bulat yang dipasang rapat dan ditanam dalam tanah. Untuk air hujan dapat dipakai pipa dari beton (Gravel) ½ lingkaran yang dipasang terbuka di atas tanah. Panjang pipa ini adalah 1 m, untuk menyambungnya dipakain perekat 1 semen : 3 pasir dengan diberi landasan bata. Diameternya dapat dipakai 10 cm, 15 cm, 20 cm, atau sesuai kebutuhan. Kemiringan pipa horizontal air kotor (sabun) min 2%, pipa kotoran (septictank) min.5%, pipa air bersih min.1%.

Bak Kontrol
Pada saluran pembuangan ini harus diberi bak-bak kontrol yang dipasang pada setiap jarak 3 m, pada belokan, pada pertemuan beberapa pipa pembuang atau pada pergantian diameter pipa. Bak kontrol ini berfungsi untuk menampung kotoran-kotoran yang terbawa air buangan dan sebagai tempat untuk memeriksa saluran secara  berkala.

Syarat Perancangan Sebuah WC
1.    Harus dapat sinar matahari langsung dan penghawaan
2.    Seluruh system (dinding, lantai,dll) kedap air waterproof  trasram
3.    Sistem pemipaan (plumbing) harus efisien (KM/WC & dapur sebaiknya berdekatan)
4.    Mudah dioperasikan & dirawat mudah dibersihkan higienis
5.    Finishing lantai harus material anti slip/ tidak licin keramik, ubin, dll
6.    Finishing dinding boleh material slip atau anti slip mudah dibersihkan
7.    Konstruksi lantai dibuat dengan kemiringan min.1% (air bisa mengalir)
8.    Ukuran KM/WC antropometris (bisa digunakan dengan nyaman oleh manusia) :
 - Posisi bak mandi disebelah kanan kloset
 - Tinggi bak mandi (sekitar 70 – 80 cm)
 - Lantai KM/WC harus lebih rendah dari lantai ruang sebelumnya (sekitar 3-10 cm)

Saturday, January 26, 2013

PARADOKS DAN METAFISIKA DALAM DUNIA ARSITEKTUR

Beberapa pengertian tentang Paradoks:
Mempertentangkan sesuatu dengan seuatu yang lain yang sudah kita ketahui untuk menghasilkan sesuatu yang lain. Suatu jalur kreatifitas yang menuntut disiplin, artikulasi, dan pengetahuan yang extra tinggi bagi mereka yang menjalaninya. Paradoks digunakan dalam arsitektur sebagai suatu cara untuk memproses ide/gagasan dan menggambarkan suatu pemikiran yang kritis, hasilnya adalah kreatifitas dalam menemukan alternatif2 pemecahan masalah dan berbeda dari konsep pemikiran lainnya. Pernyataan yang paradoksial membuka sebuah rangkaian gagasan berdasarkan pandangan terhadap atau tentang pengetahuan dan kebenaran yang jujur dari orang yang menyatakannya. Paradoks adalah sebuah pernyataan yang nampaknya kontradiktif, dan menyatakan 2 hal yang berbeda, tapi mengandung kebenaran yang tinggi.

Berpikir paradoks seorang arsitek dengan menghargai masyarakat pemakai bangunannya, memahami masyarakat yang dilayaninya, pemikiran, perasaan, jiwa, tradisi, serta budaya mereka, menelusuri dan menemukan akar primordial masyarakat tsb, dan mempelajari kerangka metafisikanya.

Satu situasi atau pernyataan yang melawan diri sendiri (saling berlawanan) Pada beberapa kasus diimplikasikan bahwa pemahaman yang lebih baik untuk mengungkapkan bahwa kontradiksi itu hanya nyata kelihatan. (Psikologi J.P. Caplin). Contoh:
Perasaan dingin yang dirasakan apabila satu objek yang panas nya setinggi 43 c justru memberikan satu berkas yang dingin.

Adapun tujuan dari ber-Paradoks adalah untuk menciptakan masalah bukan untuk memecahkan masalah yang mana tujuan akhhirnya adalah untuk memperbaiki desain dari sesuatu yang lain, sehingga dapat menghargai pemakai,memahami masyarakat yang dilayani, juga menelusuri /mempelajari kerangka dari metafisika. Diperlukan pendidikan, pengetahuan, wawasan, kerja keras, bakat, ketekunan untuk mewujudkannya. Dengan Paradox dan metafisika dapat membangun sesuatu kekuatan bagi terciptanya kreatifitas Arsitektural. Kalau dilihat sekilas Paradox adalah sesutu yang bertentangan padahal tidak sama sekali. contoh dari Paradoks hidup VS mati, surga VS neraka.

Beberapa pengertian tentang Metafisika
Metafisika adalah sesautu yang tidak  diketahui dengan mempertimbangan apapun yang ada dibalik fisiknya atau diluar dari jangkauan ilmu pengetahuan dan keterbatasa logika.

Metapsychics (metapsikika) ;
Studi mengenai gejala super normal, manifestasi-manifestasi spiritual,   clairvoyance, telepati,dll (kamus psikologi J.P. Caplin) Metafisika sering digunakan atau dipakai  oleh golongan Filosop, para ahli
non filosop, aliran spiritual: pesulap,dukun. Konsep nya adalah konsep dari “ tak terbatas” dan “Tuhan”. Kalau para filosop beranggapan “menggap dengan bermetafisika sesuatu tidak bisa dicapai/tidak ada kesimpulan” tetapi para aliran spiritual tersebut telah mencapai atau mendapatkan sesuatu.

Pertimbangan logika akan ruang dan waktu adalah topik utama dari metafisika, sehingga dapat dikatakan awal yang abdi. Disini kita dituntun dalam perancangan yaitu memulai nya dari sesuatu yang tidak diketahui  untuk mendapatkan apa saja yang ada dibali sana yaitu dengan kretifitas,perhatian bhkan pengorbana dan sifat kritis. Sehingga akan mengembangkan sesuatu dunia baru.

Friday, January 25, 2013

ARSITEKTUR METAFORA

Kutipan:
… for if a City, according to the opinion of philosophers be no more than a great House, and on the other hand the House be a little City… (Leone Battista Alberti)

Disini digambarkan kepada kita bahwa Kota tidak lebih dari sebuah rumah”, rumah sebagai kota kecil , juga rumah sebagai kota dan sebaliknya. Artinya dengan kata lain kita dituntut untuk melakukan suatu perumpamaan dalam berpikir untuk perancangan. Metafora mudah untuk dikomunikasikan pengamat karena bersifat subjektif namun sulit dalam penerapannya. Perlu adanya pengenalan dan pemahaman atau perenungan terhadap esensi bangunan yang akan diwujudkan dengan menggunakan metafora. Metafora bersifat abstrak karena menggunakan pengandaian yang biasanya hanya dimengerti oleh perancangnya sendiri atau arsitek tersebut. Pada saat menggunakan konsep metafora kiranya perlu mengidentifikasi pola hubungan sejajar yang dapat dikategorikan didalamnya. Biasanya orang lain yang memperhatikannya akan menganggap atau menghubungkannya dengan sesuatu yang dianggapnya mirip.

Metafora digunakan oleh seorang arsitek sebagai alat kreaifitas dengan menguji atau mengembangkan fantasi, imajinasi yang dapat dikatakan sebagai stimulan atau batu landasan yang baik (titik tolak), sehingga dapat mengembangkan pemikiran, pertanyaan-pertanyaan baru terhadap objek yang sedang dipikirkan dan muncul intrepertasi baru. Dapat juga memberikan suasana baru dalam konsep perancangan sehingga menghasilkan konsep-konsep baru yang substansial dan inovatif.

Metafora dapat di kategorikan menjadi tiga :
Intanjible (tidak berwujud), konsep dasar : Individualitas Komunitas- Komunitas Tradisi budaya.
- Berdasarkan konsep, gagasan atau ide, kondisi manusia, kualitas kehidupan (individualitas, alam, sosial masyarakat, tradisi , budaya).
-   Dirasakan secara non visual melalui nilai, komoditas, perasaan.
- Diungkapkan secara tidak langsung yang merupakan hasil perenungan.

Tanjible (berwujud), konsep dasar : Visual
Berdasarkan karakter visual atau material. Diungkapkan secara lugu, langsung sehingga kurang atau tidak adanya pengkajian atau pemahaman terhadap makna atau esensi. Contoh : Toko tempat menjual Hot Dog berbentuk Hot Dog, rumah sebagai istana, atap sebagai langit.

Combined (gabungan), konsep dasar :
Material Visual Konsepsual, merupakan perpaduan antara Tanjible dengan Intangible. Contohnya : komputer, sarang lebah

Orang lebih mengutamakan tangible daripada intanjible karena sipatnya yang lebih terlihat artinya bangunan seperti teks atau dapat berbicara.  Kekuatan bermetapora tergantung dari tingkat pengetahuan dan visualisasi kita, ini lah yang akan membantu kita dalam mengembangkan kreatifitas dan inspirasi.
Kita melakukan suatu perumpamaan pada saat kita berusaha untuk mentransfer sesuatu objek/reperensi/makna, memahami sesuatu lewat pandangan lain, usaha untuk melihat suatu objek agar berbeda  dengan yang lain/hal baru, mengalihkan fokus suatu pertanyaan kepertanyaan lain. Ditinjau dari sejarah Metafora ini diawali oleh para arsitek yang beraliran expresionalisme di Jerman. Definisi tentang arsitektur sendiri merupakan suatu perumpamaan (metafora).

Beberapa contoh dari Metafora :
Hans scharoun dengan rancangannya yaitu  Bangunan Berlin Philharmonic (1956-1963) sesuatu yang tanjible yaitu bukit yang diselimuti kebun anggur. Dia menggambarkan orang orang adalah sebagai anggur dan lereng bukinya adalah bangunan dengan atap tendanya.

Boffil , Walden Seven tidak sebagai hutan alami tetapi yang digambarkan adalah pemandangan alam yang tenang. Dan Kastil Kafka akan mengingatkan mimpi sesorang yang telah membaca Kafka. Disini dia mewujudkan karyanya dengan Metafora dengan langkah langkah menganalisa isi dan wujud.

Eero Saarinen merupakan seorang arsitek beraliran modern, menafsirkan tentang konsepnya pada bangunan Terminal TWA di Bandar Udara Internasional Kennedy menjadi ekspresi gerakan dan wisata sebagai gagasan pokok yang dapat mempersatukan seluruh proyek.

Pada terminal Trans World Airways atau terminal TWA mempunyai tantangan ganda. Yang pertama, menciptakan didalam kompleks terminal yang menjadi bagian dari idelwild (sekarang Kennedy Internasional), suatu bangunan untuk TWA yang khusus dan mengesankan. Yang kedua, merancang sebuah bangunan dimana arsitektur itu sendiri akan mengekspresikan drama dan keistimewaan dan kegairahan perjalanan. Keinginan arsitektur yang mengungkapkan terminal, bukan sebagai suatu tempat statis, terkurung, tetapi sebagai suatu tempat pergerakan dan peralihan. Kenyataan bahwa bagi sebagian orang terminal tersebut tampai sebagai seekor burung terbang merupakan hal yang benar-benar kebetulan saja. Itu merupakan hal yang paling akhir yang dipikirkan dalam perancangan ini oleh Eero Saarinen sendiri. Namun tetap saja bagi setiap orang mempunyai hak untuk menganggapnya seperti itu dan menjelaskan kepada orang awam sebagai metafora burung, karena mereka lebih merasakan dari pandangan saja dari pada hakikat didalamnya.

Kaleva, Gereja Kaleva digambarkan sepeti ikan. Ini dikarenakan ikan adalah telah memberikan banyak makan kepada masyarakat Finlandia.

Gundrat Asplund, Perpustakaan umum di Stockolm, digambarkan perpustakaan sebagai otak komunitas.

Charles Moore membahas tentang hal-hal yang amat menarik sehingga membuat dia merasa ingin mengemukakan bahwa ia (Charles Moore) mempunya keinginan agar semua bangunan mempunyai hakekat batu alam, yang kemudian dikembangkannya melalui cerita yang dibuatnya sendiri. Batu alam merupakan metafora konseptual yang menunjukkan bagaimana bangunan memiliki 2 pandangan atau hakekat tampilan secara bersamaan. Bila view dari bagian luar, bangunan tersebut dapat mempunyai citra yang cocok dengan sekitarnya. Ia dapat mempunyai citra yang berbeda disebelah dalam, seperti suatu lingkungan atau keadaan yang dapat menghibur bagi yang memandang atau yang berada didalamnya, teatrikal dan dramatis sehingga amat cocok untuk daerah peristirahatan. Dalam bukunya berjudul “In Paradise of Architecture” metafora-metafora lain yang dibahas meliputi “Obelisk merupakan suatu teka-teki”, “Sumber adalah suatu suara”, “Kamar merupakan suatu dunia”, “Pintu adalah suatu undangan”, “Deretan kolom adalah paduan suara” dan “Rumah adalah suatu mimpi.”

Kapel Notre-Dame-Du-Haut Ronchamp, arsitektur Kapel Notre-Dame-Du-Haut Ronchamp cukup controversial, lepas bebas dari bentuk biasa gereja dan kapel yang pernah ada, secara keseluruhan dapat interpretasikan sebagai telungkupan tapak tangan, kapal, merpati, topi Italia bahkan dapat seperti ibu dan anak. Begitu banyak intrepertasi yang ditimbulkan sehingga dapat dikatakan bahwa Le Courbusier telah berhasil membentuk metafora Kapel Notre Dame Du Haut.

Dinding-dinding Kapel tidak ada yang lurus dan tegak seperti lazimnya bangunan pada umumnya, tetapi semuanya merupakan komposisi dari diding meliuk-liuk, berdenah kurva. Diantara lengkungan tersebut ada 3 yang membntuk belahan silinder, digunakan untuk kapel lebih kecil. Dindingnya menerus menjulang ke atas membentuk menara.dinding di sebelah barat melengkung seperti huruf j, ujung utara sangat tebal lebih dari 2 m, makin ke selatan semakin tinggi mencuat ke atas juga semakin berkurang tebalnya. Dinding sangat tebal ini diberi jendela besar kecil disusun bebas dalam komposisi seperti pada lukisan abstrak total karya para pelukis De Stijl dari Belanda.

Setelah melihat beberapa contoh tadi maka dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa dengan bermetapora hasil dari sebuah rancangan akan menjadi lebih bertenaga sesuai dengan kepandaian masing-masing. Maka disini kita dituntut untuk dapat lebih banyak atau memperkaya visulisasi paling tidak dengan membaca dan berpikir. Perumpamaan juga mempunyai keuntungan dan kerugian ini tergantung dari sisi mana kita mengambil perumpamaan ini. Kita dapat memulainya dari yang sesederhana mungkin dengan latihan-latihan yang natinya akan membawa kita pada keberhasilan dengan pengalaman yang terus kita galih dengan pemikiran yang mendalam ini lah yang disebut masyarakat Yunani sebagai “Pemikir Stokastik”.

Jadi Metafora diidentifikasi sebagai hubungan diantara benda-benda dimana hubungan-hubungan yang terjadi lebih bersifat abstrak. Dalam hal ini metafora menggunakan kata-kata "seperti" atau "bagaikan" untuk melukiskan hubungan tersebut.

Thursday, January 24, 2013

ARSITEKTUR KONTEMPORER

a.    Pengertian
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, arsitektur memiliki dua pengertian yaitu: seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan; metode dan gaya rancangan serta konstruksi. (Depdikbud-Balai Pustaka: 1994)

Kontemporer menurut kamus lengkap Drs. Adi Gunadi halaman 25 berarti sejaman; seumur.
Kontemporer adalah bentuk ekspresi yang meragukan sebuah teori-teori konsep. (Schirmbeck: 3)   
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kontemporer berarti pada waktu yang sama, semasa, sewaktu pada masa kini. (Depdikbud-Balai Pustaka: 1994)

Schimbeck 1988 halaman 6 menyatakan bahwa arsitektur kontemporer berkembang dari pemikiran bahwa arsitektur harus mampu memperoleh sasaran dan pemecahan bagi arsitektur hari esok dan situasi masa kini. Seorang kritikus arsitektur Charles Jenks pun mulai memperkenalakan suatu metode perancangan untuk mengembangkan arsitektur yangdinamakan denganarsitektur ‘bersandi ganda’ (double coded), teori inilah yang menjadi cikal bakal arsitektur kontemporer, dimana gagasan ini bergantung pada banyak faktor yang mempengaruhi periode tertentu.

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulakan bahwa arsitektur kontemporer merpakan suatu terobosan baru dalam dunia arsitektur tentang merancang suatu karya arsitektur yang mampu bertahan hingga waktu yang tidak ditentukan, atau minimal mampu memecahkan permasalahan arsitektur di masa depan.

b.    Prinsip-Prinsip Arsitektur Kontemporer

Prinsip-prinsip dalam arsitektur kontemporer meliputi:
i.    Prinsip Rasional
1.    Koordinasi dari unit-unit dalam massa bangunan
2.    Penentuan dimensi elemen-elemen yang sesuai skala manusia
3.    Sistem Struktur
4.    Semua elemen-elemen di atas harus mampu menampilkan sesuatu logika tertentu; pengungkapan struktur bangunan; proporsi; dan sistem struktur yang jelas.

ii.    Prinsip Simbolik
1.    Kebenaran artistik
2.    Kekuatan persepsi
3.    Proses kontemporer suatu bangunan harus menampilkan: proporsi, irama, dimensi, ornamen, warna, iluminasi dan bahan.

iii.    Prinsip Psikologik
Prinsip psikologik merupakan perwujudan dan kombinasi dari dua prinsip di atas, prinsip ini sendiri cenderung terus berubah-ubah sesuai tahap bahkan cenderung berulang-ulang. Dari sinilah pentingnya suatu gagasan/pemecahan yang mampu memberi dan menjawab permasalahan dikemudian hari.

c.    Pemikiran-Pemikiran Tentang Arsitektur Kontemporer
Pemikiran tentang arsitektur kontemporer bermula dari seorang kritikus bernama Christian Norberg-Schultz yang berpendapat bahwa kata ‘teori’ adalah begitu usang dan sering begitu jauh tergeser dari pertimbangan praktis, sehingga teori-teori arsitektur cenderung tidak dapat dipercaya. Konsep dari ‘teori perancangan’ atau ‘teori arsitektur’ sering diterima dengan penafsiran yang berbeda dari waktu ke waktu. Karya arsitektur suatu zaman belum tentu dapat diterima di zaman sesudahnya, atau pemecahan masalah arsitektur di saat ini bisa jadi masalah baru di masa depan.

Berikut ini adalah tokoh-tokoh arsitektur yang pernah menghasilkan teori atau karya kontemporer:
1.    Piet Blom (Arsitek kebangsaan Jerman)
Susunan seluruh dari lingkungan binaan harus dapat diperluas selama satu periode waktu, tanpa perubahan-perubahan besar pada rupa keseluruhan. Hal ini mengacu pada penyesuaian-penyesuaian terhadap tata guna baru di masa depan.

2.    Herman Hertzberger
Herman Hertzberger adalah seorang arsitek struktural. Dalam prinsip kontemporernya ia menyebutkan:
Sebuah penciptaan dimulai dari struktur yang memudahkan kontak sosial, perbaikan kondisi sosial, lingkungan dan kehidupan yang mengarah pada arsitektur manusiawi. Bentuk-bentuk arsitektur kontemporer meliputi bentuk-bentuk yang tidak akan netral; sebaliknya ia akan banyak mengandung banyak tawaran.

3.    Hans Hollein
setiap elemen arsitektur adalah suatu pembawa informasi yang penting. Arsitekturkontemporer adalah suatu media dari informasi yang berbalasan dari bangunan ke penerimanya. Bentuk seperti fungsi , bentuk menciptakan fungsi, bentuk adalah bagian integral dari kadar spiritual bagi pernyataan bangunan.

4.    Arata Isozaki
Arata Isozaki adalah orang yang pertama kali memperkenalkan gagasan ‘metabolisme arsitektur’ ia mengungkapkan bahwa: penggabungan dari elemen-elemen ruang geometrik yang jelas dan transformasi akan menonjol dan mencirikan ketentuandari elemen ruang. Pengaturan objek-objek dalam ruang mempunyai arti tersendiri dan simbolik, struktur dari objek-objek tersebut tidak bergantung pada konstruksi ataupun fungsi.

5.    Louis I Kahn
Louis Kahn merupakan arsitek internasional yang dipengaruhi oleh banyak gaya-gaya internasional aeperti Le Corbusier dan Mies Van der Rohe. Bagi Kahn arsitektur dimulai dari ‘dimana fungsi-fungsi telah dibentuk dengan jelas’, artinya arsitektur adalah ruang-ruang yang terbentuk dari fungsi-fungsi yang ada pada bangunan. Kahn menyebutkan lagi bahwa: bukanlah ruang jika orang tidak dapat memahami bagaimana ruang itu diciptakan. Dari sini jelaslah bahwa Louis Kahn merupakan salah satu pendukung arsitektur kontemporere, namun ia sendiri menghormati gerakan arsitektur modern.
Prinsip-prinsip kontemporer Louis Kahn meliputi:
1.    Artikulasi adalah bagian badan bangunan yang akan memperjelas ruag-ruang atau lantai-lantai ‘pelayanan’ dan ‘dilayani’
2.    Ruang harus bersifat mengundang untuk dipakai.
3.    Harmoni diantara bahan, bentuk dan proses pabrikasi, jadi rancangan harus mempertimbangkan hukum-hukum yang menjadi dasar penyesuaian bahan.
4.    Pembatasan terhadap satu atau beberapa bahan
5.    Penekanan bentuk ruang sesuai dengan karakternya, pencarian bentuk adalah hasil sari suatu tindakan kreatif
6.    Sejauh mungkin terangi ruangan dengan cahaya alamiah
Kesimpulan dari pendapat Louis Kahn ini adalah bahwa setiap elemen-elemen di dalam ataupun diluar bangunan harus dapat memperlihatkan bagaimana elemen-elemen tersebut berdiri, muncul dan bertahan. Sifat-sifat bahan konstruksi dari selubung di sekitar ruang harus terlihat.

6.    Charles Moore
Prinsip-prinsip arsitektur kontemporernya meliputi:
1.    Bangunan harus berupa objek yang menyatakan dirinya sendiri. Ia harus mampu berbicara tentang lokasinya, konstruksinya danorang-orang yang membuat serta menggunakan bangunan itu.
2.    Bangunan adalah pemancar ingatan, menggunakan hal-hal dari kehidupan setiap hari sebagai ‘metafora’ yang dapat dipahami secara umum.
3.    Arsitektur memerlukan suatu ingatan akan ‘tempat-tempat‘, tubuh manusia harus dapat merasakan arti dari sebuah tempat. ‘tempat’ harus jangan selalu terlihat dengan mata, tetapi dengan otak.
4.    Bangunan harus menerima gambaran pribadi dari perancang.

7.    Aldo Rossi
Aldo Rossi merupakan arsitek yang menentang kecendrungan fungsional, akibat dari gerakan modern. Rossi mengembangkan arsitektur kontemporer melalui suatu acuan yang rasional terhadap sejarah dan tradisi, guna memperoleh elemen-elemen arsitektural yang baru bagi dunia arsitektur. Dengan menggunakan transformasi bentuk tentang sejarah dan tradisis, Rossi mampu menggugah kesadaran tentang elemen-elemen arsitektural yang ramah lingkungan. Prinsip kontemporernya adalah: karakteristik arsitektur didapat dari aspek teknis dan fungsional, lewat hal-hal yang bersifat struktural.

8.    Oswald Matthias Ungers
Gambaran Oswald Matthias Ungers, tentang arsitektur kontemporer adalah:
1.     perancangan arsitektur kontemporer didasarkan pada analisa logis tentang situasi yang sesungguhnya.
2.    Rancanngannya memiliki dua tingkat perwujudan yaitu ‘direncanakan’ dan ‘kebetulan’.
3.    Arsitektur kontemporer adalah suatu bidang tegangan yang permanen, penuh ketegangan, dimana langkah-langkah individual secara tetap membuka alternatif-alternatif baru
4.    Karakternya harus ‘urban’
5.    Harus gambaran image, metafora, analogi
6.    Rancangan harus transformasi dari bentuk nyata, hal ini adalah untuk menemukan gagasan-gagasan baru dalam bentuk visual
7.    Rancangan adalah suatu proses kreatif
Kesimpulan dari pendapat Oswald Matthias Ungers ini adalah bahwa arsitektur kontemporer hidup dari sebuah pernyataan/cerminan/situasi masyarakat sekitar.

d.    Kesimpulan Tentang Arsitektur Kontemporer
Arsitektur kontemporer lahir akibat perkembangan zaman yang menuntut perubahan, perubahan dalam penciptaan sebuah karya arsitektur. Keberadaannya timbul dari rasa ketidakpuasan arsitek terhadap teori-teori yang mengekang arsitektur itu sendiri. Arsitektur kontemporer memiliki sifat untuk selalu berkembang seiring perkembangan zaman yang diikutinya. Seperti contoh: arsitektur tradisional yang menuntut pelestarian dari arsitektur itu sendiri. Dapat dikatakan bahwa arsitektur tradisional akan tetap bertahan tanpa adanya perubahan akibat dari usaha pelestariannya itu. Untuk arsitektur kontemporer akan terus berkembang dan berubah sesuai zaman. Hal itulah yang menjadi perbedaan mendasar dari arsitektur kontemporer dengan langgam arsitektur lainnya di dunia arsitektur.

Wednesday, January 23, 2013

BANGUNAN-BANGUNAN ALIRAN BRUTALISME

Beberapa karya bangunan yang beraliran Brutalisme, antara lain ;

1.    Boston City Hall
Boston City Hall dibangun pada tahun 1963 – 1968 merupakan suatu bangunan pemerintahan, dengan kontek urban plaza. Bangunan ini didirikan di Boston, Massachusetts   map.

Design bangunan ini merupakan hasil dari suatu kompetisi yang dimenangkan oleh arsitek Kallman, McKinnell and Knowles Sistem konstruksi yang digunakan adalah beton pracetak. Gaya bangunan ini menggunakan gaya Brutalism yang dapat dilihat dari komposisi yang tidak beraturan dari beton yang vertical dan horizontal pada bagian depan bangunan dan pada kanopi jendela. Bangunan ini terdiri dari 3 lantai. Lantai pertama digunakan sebagai ruang public. Yang dihubungkan oleh sirkulasi terbuka menggunakan material batu bata, yang dapat juga digunakan sebagai tempat upacara. Tantangan pada design ini bahwa bangunan ini harus mencirikan

2.    Bangunan Yale School of Art and Architecture,( 1963) Amerika Serikat, merupakan karya dari arsitek Paul Rudolph

3.    Trellick Tower
Trellick Menara (1972) berada pada wilayah Keshington Utara,  London. Dirancang oleh Erno goldfinger. Merupakan gedung pencakar langit dengan tinggi 98 m dengan 31 lantai Memiliki 217 ruang (seperti apartemen). Bangunan ini dirancang dengan gaya brutalisme oleh Erno Goldfinger setelah mendapat izin dari Dewan Kota tahun 1960 dan selesa.i tahun 1972. Awalnya ruang tersebut ditempati  oleh orang dari golongan sosial. Kemudian dialihkan pengelolaannya oleh Dewan wilayah Kensington
sehingga terjadi perubahan sosial di dalamnya dan kepemilikan bangunan atau ruang menjadi hak pribadi Gedung ini didesain oleh Erno goldfinger berdasarkan menara Balfron yang lebih dahulu dibuat. Ide bentukan ini berdasarkan hakekat seorang saudara yang saling berhubungan dan saling menghubungkan. Desain bangunan ini membuat tindak kejahatan semakin minim.

4.    The John P. Robarts Research Library
The John P. Robart Research Library di bangun di Toronto pada tahun 1973, merupakan bangunan yang bergaya brutalis. Dua lantai pertama memiliki sedikit jendela yang berfungsi sebagai tiang sandaran. Semua mempunyai finishing’beton brut’ . Cahaya masuk ke bangunan melalui jendela yang terletak pada celah-celah sempit.

5.    Bangunan Perpustakaan Weldon, Western Ontario
Perpustakaan Weldon terlelak pada sebuah universitas di Ontario Barat, merupakan typical dari arsitektur brutalis. Sudut tangga  menara yang dibuat melingkar memberikan keseimbangan akhir untuk lima garis horizontal dari beton brut. Satu-satunya ornamen adalah tiga ‘ garis’ vertikal pada beton . Pada lantai bawah memiliki variasi dari bentuk-bentuk menyerupai kotak yang sudah diperhitungkan diluar rencana. Pintu dibuat sederhana dan tidak dijadikan fokal point pada desain bangunan. Permukaan interior dari bangunan  dilapisi dengan beton

6.    Menara Balfron
Menara Balfron merupakan apartemen yang berada di kota London. Merupakan area yang memiliki karakteristik modern dengan ruang-ruang yang berfungsi sebagai kamar tidur dan blok-blok ruangan. Ciri-ciri bangunan : Tinggi 84 m.
Merupakan dua bangunan yang dihubungkan oleh 2 lorong yang pada bagian tengahnya terdapat menara yang berfungsi sebagai core yang berisi lift, CCTV dan fasilitas lainnya. Dua buah bangunan yang dipisahkan ini memberikan kesan anti sosial. Sesuatu yang tidak memiliki hubungan dan tidak bersahabat. Memiliki  balkon jendela-jendela besar, sehingga dapat memandang keindahan kota London.

7.    Bangunan Modern International, Toronto
Rumah-rumah Brutalis relatif jarang. Sementara banyak orang senang bekerja di Modern International atau kantor brutalis, mayoritas masyarakat ingin pulang ke rumah klasik mereka yang menyenangkan.
Rumah ini memiliki sejumlah jendela horizontal dengan rangka baja. Ruangan tempat istirahat dilapisi beton dengan tekstur yang halus.

8.    Gereja Kapel Notre-Dame-Du-Haut Ronchamp (1950-1954)
Arsitektur Kapel Notre-Dame-Du-Haut Ronchamp cukup controversial, lepas bebas dari bentuk biasa gereja dan kapel yang pernah ada, secara keseluruhan dapat interpretasikan sebagai telungkupan tapak tangan, kapal, merpati, topi Italia bahkan dapat seperti ibu dan anak. Dinding-dinding Kapel tidak ada yang lurus dan tegak seperti lazimnya bangunan pada umumnya, tetapi semuanya merupakan komposisi dari dinding meliuk-liuk, berdenah kurva. Diantara lengkungan tersebut ada 3 yang membntuk belahan silinder, digunakan untuk kapel lebih kecil. Dindingnya menerus menjulang ke atas membentuk menara.dinding di sebelah barat melengkung seperti huruf j, ujung utara sangat tebal lebih dari 2 m, makin ke selatan semakin tinggi mencuat ke atas juga semakin berkurang tebalnya. Dinding sangat tebal ini diberi jendela besar kecil disusun bebas dalam komposisi seperti pada lukisan abstrak total karya para pelukis De Stijl dari Belanda.
Jendela-jendela dihias dengan kaca berwarna dari lukisan abstrak bertemu religius Katholik, pada waktu mendapat sinar matahari dari luar menjadi dekorasi yang sangat mengesankan. Pada selatan, terdapat semacam teras dimana dibuat sebuah altar, tempat khotbah menghadap ke halaman untuk misa terbuka. Di balik altar terbuka ini terdapat altar dan ruang utam dan nave (ruang umat). Altar dan tempat khotbah, terbuat dari beton yang menyatu dengan bangunan (built- in), demikian pula elemen ruang dalam lainnya termasuk kursi, tempat berlutut dan lain-lainnya. Atap terbuat dari beton bertulang exsposed  melengkung-lengkung berwarna gelap kontras dengan warna dindingnya yang putih. Ruang dalam terbentuk oleh atap, lubang-lubang jendela dala dinding tidak sejajar satu dengan lainnya merupakan bagian dari akustik yang sangat baik.

9.    Bangunan University Residences, Guelph Ontario
University Residences merupakan penerapan yang sempurna untuk gaya brutalis karena pergantian dari penyewa yang begitu cepat, bangunan relatif tertutup rapat. Pohon berdaun hijau yang tinggi membantu membuat keadaan menjadi menarik. Jembatan penyebrangan terlihat tidak mempunyai jendela.

10.    George Crawford Manor Appartement (1962-1966), by: Paul Rudolph

Pada tahun 1962-1966, Paul Rudolph, membangun Crawford Manor Appartemen, perumahan untuk orang-orang tua jompo di New Haven, Connecticut, apartemen ini berupa menara tinggi, dimana ciri rancangan Paul Rudolph kembali terlihat: komposisi dari blok-blok monolit, permukaan dinding tidak rata dari beton eksposed dibuat dari perancah yang kasar atau dikasarkan. Bidang-bidang vertical, terlihat dari luar adalah merupakan dinding dari bagian bangunan berfungsi juga sebagai srtuktur inti, terutama dalam menahan gaya melintang di dalamnya berupa lift, tanga dan sebagian digunakan untuk saluran elektrikal, mekanikal dari atas hingga bawah. Pada tubuh balok-balok menjulang tinggi berfungsi seperti batang pohon dari tanaman tersebut, muncul bidang-bidang dari balustrade kombinasi lengkung-lengkung dan siku. Dengan adanya efek bayangan oleh cahaya matahari, kombinasi verikal dan tonjolan-tonjolan, menampilkn bentuk yang indah dan menarik.

11.    Bangunan Pemerintahan, Brantford Ontario
Pada bangunan ini semua dinding beton dengan penggunaan bebas dari finishing beton brut. Bangunan ini memiliki sedikit jendela dan terlihat jelas cerukan-cerukan. Menara pada bagian depan berbentuk ovalesque/oval, tetapi semua sisa yang merupakan masa yang kompleks dari kesatuan bentuk pelengkap persegi empat oleh gang (tempat berjalan) dan taman. 

12.    Carpenter Center for the visual art (1963), by: Le Corbusier

Salah satu karya akhir Le Corbusier sebelum meninggal adalah Pusat  seni rupa Kerajinan kayu (Carpenter Center for the visual art) di Canbridge, Massachusetts Amerika Serikat. Gedung ini berfungsi sebagai bagian studi seni rupa di Harvard University, terletak dalam lingkungan yang penuh dengan gedung-gdung berarsitektur klasik Neo-Georgian. Seperti pada rancangan Le Corbusier system strukturdan konstruksi gedung ini menggunakan beton bertulang exposed. Selain itu kisi-kisi horizontal penahan sinar matahari dari jendela, bidang-bidang, balok, kolom, dan elemen-elemen bangunan lainnya, membentuk komposisi garis tebal tipis, bidang horizontal dan vertical pada permukaan sisi-sisinya, adalah juga salah satu cirri khas dari Le Corbusier. Pencapaian utama dari tepian jalan masuk ke gedung Carpenter Center, melalui ramp, denahnya berbentuk S. pencapain ini merupakan jalan menerus dari pola jalan berpola diagonal pada Taman Harvard yang berada di sebelahnya. Hal yang membuat bangunan ini mempunyai daya tarik tersendiri antara lain dengan susunan yang kontras dari unit dan elemen: massif dan transparan, lengkung dan tegak.

13.    Bangunan Universitas Erindale, Toronto
Universitas Erindale merupakan salah satu bangunan pendidikan dan bagian dari Universitas di Toronto. Pada bangunan ini memiliki jendela-jendela berwarna emas sehingga menghasilkan kontras yang baik dengan beton tuang. Disini terdapat sandaran atau dinding jembatan yang besar. Seperti bangunan-bangunan brutalis lainnya, ruang pada taman selalu hijau yang menentang gaya the Queen Anne atau Suburban yang memiliki taman yang penuh warna.

14.    Royal National Theatre
Royal National Theatre dari Britania Raya (Great Britain) adalah bangunan dan gedung teater di selatan London Bank, ditempatkan di timur ujung selatan dari jembatan Water Loo (Water Loo Bridge).
Penempatan tiga auditorim terpisah, yaitu The Oliver Theatre, The Lyttelton Theatre dan The Cottesloe Theatre. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Sir Denise Lasdun dan dibuka pada tahun 1976.
Ruang yang paling besar dari Oliver Theatre menjadi aula utama dan merupakan gaya dari teater Yunani kuna pada Epidaurus. Bangunan ini mempunyai panggung terbuka dan area tempat duduk pendengar untuk kapasitas 1160 orang. The Lyttelton Theatre adalah suatu panggung teater kuno yang didesain dengan kapasitas hingga 890 orang. The Cottesloe Theatre adalah studio kecil yang tempatnya memuat hingga 300 orang. Gaya brutalist dari Royal National Theatre kadang-kadang menjelaskan larangan pencegahan yang umum dari cakupan bangunan yang umum. Bagaimanapun juga pencahayaan baru dari skema iliminasi dari luar bangunan khususnya pada bagian menara.

Tuesday, January 22, 2013

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ARSITEKTUR BRUTALISME

Brutalisme adalah gaya arsitektural yang berkembang dari pergerakan arsitektural dan berkembang mulai dari tahun 1950an sampai 1970an. Brutalisme  merupakan kata saduran dari bahasa perancis yaitu beton brut yang artinya beton kasar, merupakan gaya yang dikarakterisasi dengan semen kasar yang ditonjolkan dan sering kali menampakkan tekstur bentukan kayu tempatnya dituangkan, dan desain-desain balok besar.

Arsitektur Modern awal  dapat dikategorikan sebagai Arsitektur Brutalisme. Batas antara brutalisme dan modernisme tidak terlalu jelas terlihat karena bangunan beton sudah begitu memasyarakat dan selalu mengalami perubahan mulai dari aspek spektrum gaya modern. Brutalisme secara umum dianggap sebagai warisan karya arsitek Le Corbusier, yang berpengalaman dalam berbagai karya desain beton dan yang mempelopori pembangunan highrise block housing yang memiliki pengaruh luar biasa dan dipengaruhi oleh gaya awal bangunan Unite d’ Habitation . Arsitek berkebangsaan Amerika Paul Rudolph mendesain beberapa bangunan terkenal dengan bercirikan gaya brutalis, sebagian bahkan begitu khas dengan gaya tersebut.

Brutalisme memperoleh momentum besar di Inggris sepanjang pertengahan abad 20,ketika komunitas yang tertekan secara ekonomi melihat konstruksi yang tidak mahal dan metode-metode desain berbiaya murah untuk perumahan, pusat-pusat perbelanjaan dan bangunan-bangunan pemerintah. Dikombinasikan dengan keinginan-keinginan sosial dibalik perumahan brutalis ‘ jalan raya di angkasa’seperti Unite karya Corbusier,brutalisme diangkat sebagai pilihan positif untuk perumahan modern perkotaan yang maju. Namun pada prakteknya, banyak bangunan-bangunan yang kekurangan fitur-fitur pelayanan umum  seperti pandangan Corbusier, dan berkembang kedalam bentuk bangunan sempit , rumah-rumah petak sarang kejahatan. Beberapa bangunan semacam itu perlu puluhan tahun untuk berkembang menjadi komunitas yang positif. Dinginnya semen yang kasar menghilangkan daya tariknya dibawah langit utara yang lembab dan kelabu, dan bahan seperti benteng yang digembar gemborkan anti perusakan segera terbukti rawan terhadap gravity.

Desain-desain brutalist juga sering dikritik karena tidak nyaman dilihat. Panduan ke London terbitan fodor yang terbaru menyebutkan struktur rumah kantor sebagai’ berat dan membosankan’. Karena gayanya,khususnya yang dari semen dituang itu cenderung murah untuk dibangun dan dipertahankan (tetapi sangat sulit untuk dimodifikasi). Akan tetapi,pada kasus Trelick tower,desainnya telah terbukti baik untuk penyewa maupun pemilik yang menetap.Seiring waktu banyak struktur – struktur brutalis yang kemudian dianggap sebagai landmark oleh komunitas mereka karena keunikan dan tampilan yang menyolok. Tahun tahun terakhir ini kenangan buruk tentang bangunan brutalis telah memacu keinginan untuk pemusnahannya agar memberi jalan pada bangunan yang lebih baru, pada stuktur komunitas yang lebih berorientasi tradisional. Meskipun lahir pergerakan modernis, dan kesuksesan beberapa dari  gaya ini, lebih banyak telah dihancurkan.

Ciri bangunan Brutalisme:

Kriteria pengelompokan aliran Brutalisme berdasarkan pada bentuknya secara keseluruhan dan tidak berdasarkan sistem konstruksinya.
Ciri-ciri bangunan beraliran brutalisme adalah sebagai berikut
1.    Memiliki bentuk yang aneh, dan menyimpang dari kaidah-kaidah atau bentuk-bentuk  pada masa sebelumnya.
2.    Menggunakan sistem konstruksi  beton exposed  dengan permukaan bidang kasar yang dihasilkan  oleh perancah kasar atau sengaja dikasarkan setelah perancahnya di buka.
3.    Struktur brutalis biasanya berat dan tidak ada proses pelapisan dengan lapisan pasir halus sebagai bahan penutup akhir.
4.    Bentuk arsitektur cenderung pada sifat-sifat kasar dan kaku serta pertentangan antara satu sama lain.
5.    Menggunakan desain yang memadukan antara kehalusan beton dan tekstur-tekstur keras dalam bentuk aslinya.
6.    Dapat tersusun dari material lain, seperti batu bata dan kaca yang dapat memberikan   kontribusi dalam pembentukan block-like effect seperti halnya semen pada aliran brutalisme awal.

Tokoh dalam arsitektur Brutalisme
    Antara lain ;
1.    Le Corbusier dengan karyanya Kapel Notre Dame Ronchamp Perancis dan Unite d’ Habitation
2.    Michael Kopsa dengan karyanya Brantford City Hall
3.    Ludwig Mies van der Rohe
4.    Paul Rudolph dengan karyanya berupa bangunan Yale School of Art and Architecture
5.    Erno Goldfinger
6.    Peter dan Alison Smithson
7.    Sir Denys Lasdun
8.    Louis Kahn
9.    John Andrews
10.    I.M Pei dan Tadao Ando dengan karyanya Museum Everson, karya Tange dan Mayekawa.
11.    F. Boukobza dengan karyanya Le Brasilia
12.    Patrick Hodgkinson dengan karyanya Brunswick Centre
13.    Pohl, Roberts and Boggie dengan karyanya Buffalo City Court
14.    Tadao Ando
15.    Mihajlo Mitrovic dengan karyanya Genex Tower
16.    A. M. Kinney dengan karyanya Crosley Tower
17.    Datuk Kington Loo dengan karyanya Dewan Turku Canselor
18.    Lawrence Halprin dengan karyanya Freeway Park
19.    Freerks, Sperl, dan Flynn dengan karyanya Front Hi-Rise
20.    Orase Ginsbern
21.    Moshe Safdie dengan karyanya Habitat 67
22.    Dennis Crompton, Warren Chalk, dan Ron Herron dengan karyanya Hayward Gallery
23.    Edwards Madigan Torzillo dan Briggs dengan karyanya High Court Building
24.    Sir Basil Spence dengan karyanya Home Office Building
25.    Charles F. Murphy dengan karyanya J. Edgar Hoover Building
26.    Charles Correa dengan karyanya Kanchanjunga Apartments
27.    Chamberlin, Powell, dan Bon dengan karyanya Lauderdale Tower
28.    Blair McDonald dengan karyanya Moore Office Building
29.    Jhon M. Johansen dengan karyanya Mummers Theatre
30.    Emery  Roth dengan karyanya Pan Am Building
31.    Ivor Smith dan Jack Lynn dengan karyanya Park Hill
32.    Fred Turley dengan karyanya Thomas Rees Memorial
33.    Walter Netsch dengan karyanya Regenstein Library
34.    Ralph RaspĆ³n dengan karyanya Riverside Plaza Buildings
35.    A. S. Mathers dan E. J. Haldenby dengan karyanya John P. Robarts Research Library
36.    Kallman, McKinnell, dan Knowles dengan karyanya Boston City Hall

Terima Kasih

Terima kasih karena telah menghubungi kami.
Kami akan merespon email yang dikirimkan ke kami  dengan secepatnya.

Salam.